Rabu, 09 Oktober 2013

Apa kata Alkitab mengenai hubungan kencan / pacaran?

Tuhan menginginkan yang terbaik untuk kita dalam setiap aspek kehidupan. Termasuk diantaranya hubungan kita dengan kekasih/pacar. Kita berkencan untuk mendapatkan kesenangan, persahabatan, pengembangan kepribadian dan memilih kawan, bukan untuk popularitas atau untuk merasa aman. Jangan biarkan lingkungan pergaulan memaksa kamu memasuki situasi kencan yang kurang pantas. Ketahuilah bahwa lebih dari 50% remaja putri dan lebih dari 40% remaja putra tidak pernah berkencan pada masa-masa SMA. Alkitab memberikan kita beberapa pegangan yang jelas untuk membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai soal kencan/pacaran.

  1. Jagalah hatimu.
    Alkitab mengatakan kepada kita untuk berhati-hati dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang kita , karena hati kita mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita.
      "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." ( Amsal 4:23 )
  2. Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul.
    Kita juga cenderung menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini berhubungan erat dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya dalam pergaulan seperti dalam hubungan kencan/pacaran.
      "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." ( 1 Korintus 15:33)
  3. Orang Kristen hanya boleh berkencan/berpacaran dengan sesama Kristen.
    Biarpun berteman dengan teman non-kristen tidak dilarang, mereka yang khususnya dekat di hati haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan pengikut Kristus yang taat dalam hidupnya.
      "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? " ( 2 Korintus 6:14 ).
  4. Apakah itu cinta yang sesungguhnya?
    1 Korintus 13:4-7 mendeskripsikan cinta yang sesungguhnya. Tanyalah hatimu pertanyaan-pertanyaan berikut:
      Apakah kalian sabar satu sama lain?
      Apakan kalian baik terhadap satu sama lain?
      Apakah kalian saling cemburuan?
      Apakah kalian suka menyombongkan baik diri sendiri maupun sang pasangan?
      Apakah ada kerendah-hatian dalam hubungan kalian?
      Apa kalian kasar memperlakukan satu sama lain?
      Apa kalian saling mementingkan diri sendiri?
      Apa kalian mudah marah terhadap satu sama lain?
      Apa kalian suka mengingat-ingat kesalahan sang pasangan di masa lalu?
      Jujurkah kalian satu sama lain?
      Apakah kalian saling melindungi?
      Apakah kalian saling mempercayai?
Kalau jawabanmu “Ya” untuk semua pertanyaan diatas, artinya 1 Korintus 13 seperti Firman Tuhan berkata, kalian sungguh saling mengasihi satu sama lain. Kalau ada jawabanmu yang “Tidak” atas pertanyaan-pertanyaan di atas, artinya mungkin kalian harus mendiskusikan hal-hal di atas dengan pacarmu. Seberapa jauhkah terlalu jauh?
Banyak pelajar-pelajar menanyakan, "Seberapa jauh yang kita boleh lakukan dalam berpacaran/berkencan?" Beberapa prinsip yang akan menolongmu untuk memutuskan apa yang pantas dan yang tidak dalam berpacaran/berkencan:

  1. Apakah situasi yang kuciptakan mengundang dosa seksual atau menghindarinya?
    1 Korintus 6:18 berkata "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! " Kita tidak dapat melakukan ini apabila kita mencobai diri kita sendiri karena kecerobohan kita.
  2. Bagaimanakah reputasi sang kekasih/pacar?
    Ketika menerima undangan kencan pada dasarnya seperti berkata, “Aku memiliki kesamaan pandangan dengan engkau.” Hal inilah yang dapat membuat kamu menyesal nantinya. Ingatlah 1 Korintus 15:33 , "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik."
  3. Apakah ada pengaruh obat-obatan atau alkohol?
    Jangan merubah pandanganmu hanya untuk pacarmu.
  4. Apa aku tertarik dengan tipe orang yg salah?
    Yakinkan bahwa pesan yang kamu sampaikan dengan perbuatanmu tidak membuat orang lain merubah pandanganmu.
  5. Sadarkah aku kalau dosa itu terbit dari hati?
    Matius 5:28 berkata, "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia dalam hatinya"
  6. Apakah tempat berkencanmu tepat dan pantas?
    Tujuan yang baik kadang terlupakan oleh godaan dan kesempatan yang terlalu besar.
  7. Apakah aku melakukan sesuatu yang merangsang secara seksual?
    Jangan melakukan kontak yang merangsang seksual seperti 'petting'.
Kalau sudah terlanjur jauh, mengapa memutuskan untuk berhenti?
  1. Tuhan itu pengampun.
    1 Yohanes 1:9 berkata bahwa Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Kamu dapat mulai sesuatu yang baru dengan Tuhan kapanpun.
  2. Tuhan itu kudus.
    FirmanNya berkata bahwa dosa sex itu salah, dan Dia tahu segala yang terbaik.
  3. Tuhan itu penuh kasih.
    Tuhan tau bahwa hubungan yang terlalu jauh sebelum pernikahan cenderung memisahkan sebuah pasangan dan mengakibatkan pernikahan yang kurang bahagia. Ia tahu bahwa banyak pria tidak mau menikahi wanita yang pernah berhubungan terlalu intim dengan pria lain
[ Jika informasi ini berguna,pertimbangkanlah dalam doa untuk memberi sumbangan guna membantumenutupi biaya-biaya agar menjadikan pelayanan yangmembangun iman ini tersedia bagi Anda dan keluargaAnda! Sumbangan ini bersifat tax-deductible (diAmerika). ]
Diterjemahkan oleh: Maria Hanianto
Author: Dawson McAllister of Dawson McAllisterLive!
Hak Cipta © 1997, Dawson McAllister Live!, Hak Cipta dilindungiUndang-undang - kecuali sebagaimana dinyatakan padahalaman “Usage andCopyright” terlampir yang memberi kepada penggunaChristianAnswers.Net, hak untuk menggunakan halamanini untuk pekerjaan di rumah, kesaksian pribadi, digereja-gereja maupun sekolah-sekolah.

Pelajar Kristen bag. 2

Pada artikel Pillar bulan lalu, penulis telah membahas satu dari tiga keunikan yang dimiliki oleh seseorang dalam masa belajarnya dibandingkan dengan masa-masa lainnya, yaitu bahwa masa belajar adalah masa yang penuh dengan kesempatan belajar di sekolah. Penulis juga telah memaparkan bagaimana masa yang penuh dengan kesempatan belajar di sekolah ini dapat menjadi kesaksian yang baik maupun bumerang bagi seorang pelajar Kristen, tergantung dari bagaimana ia meresponi masa belajarnya. Ada tiga sikap dasar yang diperlukan oleh seorang pelajar Kristen supaya ia dapat meresponi kesempatan belajar yang diberikan Tuhan padanya di sekolah dengan baik, yaitu: ketekunan, integritas, dan kerendahan hati. Tanpanya, seorang pelajar Kristen hanya akan membuang-buang masa hidupnya sebagai pelajar di sekolah. Pada artikel Pillar edisi bulan ini, penulis akan melanjutkan dengan membahas dua keunikan lain yang dimiliki seseorang dalam masa belajarnya, yaitu: masa belajar adalah masa yang penuh dengan interaksi antar manusia melalui berbagai kegiatan, dalam jumlah besar, dan dalam waktu yang lama; dan masa belajar adalah masa di mana pengenalan seseorang akan dunia mulai dibentuk dan berkembang dengan sangat cepat.

untuk selengkapnya silahkan kunjungi : http://www.buletinpillar.org/artikel/pelajar-kristen-bagian-2#hal-1

Pelajar Kristen

 
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5: 13-16)
Penulis telah lama berpikir untuk menulis mengenai “Pelajar Kristen” sebelum akhirnya ia mendapat kesempatan untuk melakukannya. Namun kendati telah lama memikirkannya, penulis tetap percaya bahwa apa yang ia hasilkan adalah sebuah anugerah. Sebab ketika penulis memikirkan apa yang harus ia tuliskan, ia semakin sadar bahwa ia tidak tahu apa yang harus ia tuliskan. Ia mencoba masuk ke dalam pemikiran bagaimana seharusnya orang Kristen sebagai pelajar itu, namun semakin dalam ia berpikir, semakin ia kehilangan arah – seperti seseorang yang hilang di tengah labirin yang gelap, tidak ada titik tolak baginya untuk menentukan arah. Hingga suatu saat penulis sadar bahwa memang tidak mungkin baginya untuk melihat bagaimana seorang pelajar Kristen itu seharusnya, tanpa terlebih dahulu melihat bagaimana seorang Kristen itu seharusnya. Ketika penulis masuk ke dalam pemikiran ini, barulah ia dapat melihat bagaimana seorang pelajar Kristen itu seharusnya. Sebab hanya dari Kristus segala sesuatu yang baik dapat diturunkan termasuk pengenalan diri orang Kristen sebagai pelajar. Kiranya tulisan ini dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang membacanya.

untuk selengkapnya kunjungi http://www.buletinpillar.org/artikel/pelajar-kristen-bagian-1

RAHASIA KITAB WAHYU

RAHASIA KITAB WAHYU

Isi Kitab Wahyu mulai dari bagian awal hingga bagian akhir semuanya menubuatkan tentang keadaan kerohanian umat nasrani (umat israel rohani) di seluruh dunia pada akhir zaman, yg digambarkan oleh Tuhan Yesus dgn 7 jemaat: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodekia (Why 1:11), dan masing-masing jemaat memiliki kelemahannya sendiri, dan itulah yg membuat ketujuhnya tidak layak di hadapan Tuhan Yesus, sehingga diperintah-Nya agar semuanya bertobat. Dan apabila tdk bertobat maka pasti ditolak oleh Tuhan Yesus.
Kini ketujuh jemaat tersebut sudah menyebar di seluruh dunia dan sudah banyak pula di antara para anggota jemaat tersebut yang sudah bertobat sesuai kehendak Tuhan Yesus, tetapi tidak sedikit pula yg menolak untuk bertobat.

Bagi yg sudah mau bertobat akan dipisahkan dan digabungkan oleh Tuhan Yesus didalam suatu wadah yang Ia namakan Tubuh Kristus, yang dipimpin oleh Tuhan Yesus sendiri melalui Roh Kudus. Sedangkan bagi yg tidak mau bertobat, mereka membentuk suatu lembaga manusia yang disebut dengan lembaga umat nasrani, sehingga terbentuklah menjadi 7 macam lembagga nasrani. Dan ke 7 macam lembaga umat nasrani inilah yg disebutkan sebagai 7 kepala naga merah padam. Kemudian dari ke 7 jenis lembaga umat nasrani tersebut, terbentuklah sebanyak 10 jenis aliran atau sekte organisasi jemaat, dan ke 10 aliran atau sekte organisasi jemaat inilah yg disebutkan sebagai 10 tanduk naga (ujung tombak).

Kemudian para ketua aliran atau sekte organisasi jemaat tersebut, mengangkat pula beberapa orang untuk ditugaskan sebagai tenaga pengajar yang sudah terdidik dalam hal proses belajar-mengajar dan yg dianggap mampu untuk menarik orang sebanyak mungkin untuk dijadikan sebagai pengikutnya, yang mereka sebutkan sebagai anggota jemaat, dan para pengajar inilah yg disebutkan sebagai ekor naga.
Penjelasan mengenai kepala dan ekor tesebut sudah sesuai dengan Yes 9:14-15 mengatakan: Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor. Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.

Sebagai akibat dari organisasi yang sudah kacau seperti itu, maka hilanglah damai sejahtera didalamnya, sebab para pemimpinnya sibuk bertengkar untuk berebut siapa yang terbesar diantara mereka Luk 9:46 Maka timbullah pertengkaran diantara para murid Yesus tentang siapakah yang terbesar diantara mereka. Mereka saling rebutan kekuasaan: mencari popularitas, perang dingin dan berpolitik demi sebuah pangkat, nama, jabatan, dan isi perut akhirnya mereka saling membunuh rohani, semuanya ingin membenarkan diri dan berkuasa, maka terjadilah permain pedang (firman) perang dingin diantara mereka, pedang dibalas dengan pedang, kata pribahasanya: menang jadi arang, kalah jadi abu. barangkali inilah penggenapan meterai Kedua itu, yaitu munculnya Kuda Merah Padam (Why 6:3-4).
Ternyata senjata ampuh naga yang sangat berbahaya bukanlah pada kepalanya, akan tetapi terletak pada ekornya (pengajarnya) Why 12:4a Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Bintang-bintang di langit tersebut adalah oanrg-orang kudus (kharismatik) yaitu mereka yg level rohaninya sudah tinggi, tinggal selangkah lagi maka mereka sudah berada di posisi sorga, dengan demikian posisi mereka masih belum aman. Sebab posisi rohani yang aman berada di Sorga (Why 12:7-8) atau berada di Ruang Maha Kudus untuk ukuran tabernakel Musa (Ibr 6:19-20) sedangkan pelataran Tabernakel yang disebelah luarnya (level bumi dan laut) tidak diukur karena mereka tidak ada isinya (sekam) (Why 11:1-2).

Namun di ujung akhir zaman, lima kepala naga (lembaga nasrani) akan jatuh, tinggal 2 kepala naga (lembaga nasrani) yang masih aktif (Why 17:10) akan tetapi dari ke 2 kepala naga (lembaga nasrani) yang masih aktif tersebut satu memang sudah ada sebelumnya, sedangkan yang satunya lagi baru muncul setelah adanya reformasi kerohanian umat nasrani. Dan dari ke 2 kepala naga (lembaga umat nasrani) yang aktif ini, maka berdirilah 10 jenis aliran atau sekte organisasi jemaat nasrani, yang disebut dengan 10 tanduk naga, yang aktif sampai sekarang dan bahkan sampai Yesus datang.

Demikianlah ulasan ini diungkapkan disini khusus UNTUK KALANGAN SENDIRI, dan sesuai pula dengan pesan dari Roh Kudus bahwa di akhir zaman rahasia ini harus dibongkar, bagi yang percaya silahkan percaya dan bagi yang tidak percaya silahkan tidak percaya (Why 22:10-11), tidak ada maksud lain selain dari pada untuk mendorong kita umat nasrani agar tdk terbuai, terlena, hanyut, puas dan bangga dgn posisi rohani dan pengajaran firman yang kita terima sampai pada saat sekarang ini, akan tetapi harus tetap bersemangat dan maju terus, setapak demi setapak, sampai kita dipastikan benar-benar berada pada posisi yang aman, yaitu berada di posisi sorga.

Sebab akan lebih parah lagi keadaannya saat Tuhan memberlakukan meterai keenam bacaan Why 6:12-17. Meterai keenam tersebut diadakan Tuhan secara khusus diperuntukan untuk mengguncang atau menampi para bintang-bintang yang di langit (kharismatik), dan lihatlah para bintang-bintang itu (termasuk juga rajanya, pembesarnya, pemimpinnya), ternyata banyak juga yang tidak berisi (sekam) sehingga jatuh berguguran ke bumi Why 6:13 terseret oleh ekor naga sehingga mereka pun turun lagi ke bumi, sedangkan bintang-bintang di langit (kharismatik) yang berisi, akan dibawa naik ke sorga, dengan demikian maka langit pun (aliran kharismatik) menjadi kosong (tergulung) tdk berpenghuni lagi utk selamanya, karena merekalah yang jadi sasaran amukan dan kemarahan, sehingga kepada yang berisi akan lari naik ke sorga dan kepada yang tidak berisi (sekam) akan lari untuk binasa (Why 6:13-14), maka barulah tiba meterai ketujuh.
Meterai ketujuh tersebut dibuat oleh Tuhan untuk memulai penghukuman-Nya atas mereka yang posisi rohaninya berada di bumi dan laut tadi, yaitu tempat bermarkasnya naga merah padam dan para pengikutnya, bukan ditujukan kepada orang-orang kudus yang sudah berada di posisi rohani di sorga (bacaan: Why 12:9 dan Why 13:1-18.

Tetapi orang-orang kudus warga sorga sudah berada pada posisi aman, mereka akan terluput dari malapetaka itu, dan mereka hanya menonton saja, karena posisi mereka sudah berada di atas (disingkirkan ke padang gurun). Adapun orang-orang yang terluput tersebut, yaitu sebanyak 144 ribu (martir) yang ada memiliki meterai Allah pada dahi mereka dan ditambah lagi dengan sejumlah besar umat Tuhan yang lainya yaitu yang memegang Daun Palem (jemaat biasa, bukan martir), dan kita berharap mudah-mudahan kita ada diantara para umat Tuhan Daun Palem tersebut. (bacaan: Why 7:1-17). Waspadalah. JBU.

Kiriman dari : Yudit Drs
Alamat Facebook : https://www.facebook.com/yunit.drs

Sumber dari : http://indonesiancc.blogspot.com/2012/06/rahasia-kitab-wahyu.html

Renungan - Renungan Oleh Rm. Ign. Sumarya, SJ

Renungan - Renungan Oleh Rm. Ign. Sumarya, SJ

Friday, 26 April 2013 23:34
“Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan tidak melakukannya” (2Tim 4:1-8; Mat 7:21-27)
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Mat 7:21-27),demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Petrus Canisius hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
•       Semangat atau sikap mental yang menjiwai pelayanan pastoral Petrus Canisius adalah ‘bekerja keras’ (persevere). Ia bekerja keras memulihkan penghayatan iman orang-orang Jerman, dan ia berhasil memperdalam dan memperbaharui iman banyak orang, lebih-lebih di Eropa Tengah. Ia menulis katekismus bagi umat guna mengajak dan memperingatkan umat agar hidup dan bertindak sesuai dengan firman atau sabda Tuhan, sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci. Ia memperbaiki
hidup beriman/menggereja dari dalam meskipun untuk itu harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan. Petrus Canisius menjadi pelindung bagi karya pastoral pendidikan, dengan harapan para peserta didik meneladan semangat hidupnya, maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan para guru atau pelaksana karya pendidikan mendidik dan membina para peserta didik untuk meneladan semangat Petrus Canisius: membaktikan diri dengan segala kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan untuk mencerdaskan diri guna memperbaharui hidup beragama, beriman, menggereja maupun memasyarakat.

Marilah kita memperdalam dan memperkembangkan semangat ‘mendengarkan dan melaksanakan’ firman atau sabda Tuhan, agar hidup iman kita semakin mendalam dan handal, tahan menghadapi aneka rayuan kenikmatan duniawi yang marak pada saat ini.  Kita semua diharapkan tumbuh berkembang sebagai orang/pribadi yang bijak, sehingga apa yang kita lakukan dan katakan sungguh membangun kehidupan beriman atau beragama. Kami berharap para pastor atau guru agama sungguh mengusahakan pembaharuan hidup beriman umat, sehingga kehidupan bersama semakin menarik, mempesona dan memikat.
•       “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2Tim 4:7-8). Petrus Canisius kiranya telah menghayati apa yang dikatakan oleh Paulus ini, yaitu “mengakhiri pertandingan yang baik,  mencapai garis akhir dan memelihara iman”. Hidup dan bekerja ini bagaikan pertandingan dalam olah raga. Olahraga yang kiranya baik menjadi contoh untuk kita jadikan bahan mawas diri mungkin sepakbola. Juara dunia sepakbola terakhir adalah persatuan sepakbola yang dijiwai bekerja keras dengan bermain sportif dan kerjasama. Maka sekiranya kita mendambakan sukses dalam tugas pengutusan dan pekerjaan hendaknya bekerja keras dengan bekerjasama dan sportif, entah apapun yang menjadi pekerjaan atau tugas pengutusan kita. Marilah kita ingat dan sadari bahwa masing-masing dari kita adalah buah atau hasil kerjasama atau gotong-royong, yaitu kerjasama bapak-ibu atau orangtua kita yang saling mengasihi dengan ditandai oleh kerjakeras dan pengorbanan serta perjuangan. Maka selayaknya  dan seharusnya kita juga hidup dan bekerja dalam kerjsama, pengorbanan dan perjuangan. Kita semua juga diingatkan dan diajak untuk saling memelihara iman: memperkembangkan dan memperdalam iman kita, sehingga dalam kebersamaan kita juga dapat menangkal dan melawan aneka godaan dan rayuan yang berusaha merongrong kehidupan iman kita. Marilah apa pun yang kita miliki kita baktikan kepada Tuhan dalam hidup dan bekerja bersama dengan saudara-saudari
kita. Jangan menjadi kecil hati atau takut  jika kita hanya memiliki keterampilan atau kecakapan kecil saja.
“Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! -- Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! -- Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! -- Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun” (Mzm 115:9-12)

Sumber dari : http://trinitas.or.id/renungan.html

Pergaulan yang benar dan sehat

 
Memilih pergaulan
Dalam perjalanan hidup kita, yang menentukan baik buruknya hidup kita adalah dengan siapa kita bergaul. Pergaulan menjadi hal penentu utama dalam hidup kita. Jadi, kita harus pintar pintar memilih teman. Karena teman teman anda, menentukan masalah yang akan anda temui dan hadapi nanti. Teman bagaikan tombol lift, dapat membawa anda naik atau turun.

Amsal 13 : 20
" Siapa bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. "

Banyak sekali muda-mudi jaman sekarang ini salah jalan karena salah pergaulan. Seharusnya mereka dan termasuk kita juga menyadari, mana pergaulan yang baik dan mana yang tidak baik. Karena kebanyakan para muda-mudi dalam memilih pergaulan, mereka hanya mencari orang orang yang bisa menyenangkan hatinya saja. Dan jika hatinya merasa senang dan nyaman, dia merasa itu yang diinginkan nya dan dan tidak peduli lagi apakah orang yang dia ajak bergaul, orang baik baik atau bukan.

Banyak alasan, mengapa para muda-mudi mencari teman yang bisa menyenangkan hatinya saja tanpa mempertimbangkan yang lainnya.
1. Karena memang pada dasarnya dia sendirilah yang ingin mencari teman yang bisa menyenangkan hatinya. ( Orang seperti ini pada dasarnya kurang didikan dan kurang perhatian. Jadi, yang dipikirkan hanya senang senang saja, atau sudah di didik tetapi tidak mau peduli.)
2. Karena terpengaruh terpengaruh teman. ( Orang seperti ini pada awalnya hanya ikut ikutan saja, dan tidak berusaha menghindari. Akhirnya ikut terjerumus juga. )
3. Merasa kecewa dalam hidupnya. ( Orang seperti ini biasanya karena ada suatu hal yang membuat hatinya terluka dan putus asa. Akhirnya dia mendekati teman temannya yang suka bersenang-senang.
4. Merasa tidak punya tujuan hidup. ( Orang seperti ini pada awalnya merasa hidupnya hampa, tidak tau harus berbuat apa. Dan akhirnya bosan, lalu mencari kesenangan bersama teman teman.
5. Merasa nyaman. ( Orang seperti ini kebanyakan karena secara kebetulan sudah berada di dalam suatu pergaulan yang tidak baik. Tapi entah mengapa, dia merasa nyaman disitu. Dan terus mau berada di lingkungan itu. )

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh anak-anak Tuhan yang telah menerima pembenaran dari Tuhan untuk menyikapi pergaulan hidup ini. Sehingga kita benar benar menjadi pribadi yang berbeda. Sikap hidup yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi yang ada, akan membawa kita kepada suatu kestabilan dan mencintai Tuhan.
Mazmur 1 : 1 - 2
" Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. "

Dengan bertekun dalam membangun hubungan dengan Tuhan, membuat kita tetap kuat menghadapi pergumulan hidup dalam diri kita.
Roma 12 : 2
" Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. "
Diposkan oleh Chris Vilantina di 03.28
 sumber : http://rangkumankhotbah.blogspot.ca/2012/08/memilih-pergaulan.html